Berita Foto Pemerintah Pertanian

Pemda Terkesan Cuek, Keluhan Petani Desa Leuwi Batu Tak Didengar

BOGOR, LIP12 – Tujuh puluh lima persen warga Desa Leuwi Batu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang berprofesi sebagai petani merasa di anak tirikan oleh pemerintah daerah maupun pusat. Pasalnya selama bertahun-tahun masyarakat petani wilayah tersebut memanfaatkan sungai Citempuan sebagai sumber air untuk mengairi lahannya, namun bendungan Sinampeul yang menjadi bendungan satu-satunya untuk mengontrol air, sudah 2 tahun kondisinya sangat memprihatinkan.

“Ada bendungan namanya bendungan Sinampeul terkikis air, tembok bagian bawah (pondasi) hingga ke tengah badan dinding. Dampaknya air merembes, akhirnya air yang mengalir ke pesawahan milik warga menjadi sangat terganggu,” kata Kepala Desa Leuwi Batu, H. Sidik, Minggu (07/04/2019) Kemarin, seperti dikutip beberapa media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Republik Indonesian (PWRI).

Selain bendungan yang sudah tidak layak, irigasi diwilayah tersebut juga sudah ambruk, kondisi tersebut sudah berjalan 3 tahun, hal ini membuat warga menuntut perhatian dari pemerintah Daerah maupun Pusat yang selama ini dinilai main-main dalam memperhatikan kebutuhan petani.

“Saya anggap pemerintah pusat hanya main-main mendukung program masyarakat tani, kenapa saya bilang kayak gitu, contohnya saluran irigasi yang sudah hampir 3 tahun setinggi 4 m dengan panjang 12 m ambruk aja sampai saat ini belum juga di perbaiki, padahal sudah di survey oleh petugas UPT dari Rumpin dan sudah diajugkan di dalam Musrembang,” katanya.

Hal serupa dikeluhkan Ketua Kelompok Tani Bina Karya, Ubik (45) Barokah, Ojim (70) dan Guna Pangarti, Baihaki (40) mereka Berharap agar pemerintah segera memperbaiki bendungan juga saluran irigasi Sinampeul secara serius, mengingat sudah beberapa kali dari pihak Dinas Pengairan UPT wilayah Rumpin mendata serta mendokumentasikannya, namun hingga kini belum ada realisasinya.

“Ya kami berharap agar pemerintah pusat maupun daerah bener-bener menaggapi keluhan kami, jangan seakan-akan kami Dianak Tirikan,” pungkasnya.

Dengan adanya keluhan dari masyarakat petani diwilayah tersebut dipandang perlu pemerintah Pusat maupun Daerah mengambil langkah nyata untuk memperbaiki bendungan dan irigasi di wilayah, mengingat Pemerintah Pusat mengklaim bahwa dalam program Nawacita yang menjadi landasan program kerja pemerintah salah satunya adalah mencapai swasembada pangan dalam rangka ketahanan pangan nasional.

Lebih penting lagi berpihak pada petani yang muaranya peningkatan kesejahteraan, namun pada relaisasinya ternyata masih banyak sarana dan prasarana infrastruktur pertanian yang sampai saat ini belum terpenuhi, salah satu contohnya ada di Desa Leuwi Batu, Kecamatan Rumpin ini. (Deva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *